Posyandu (pos pelayanan terpadu) merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat. Posyandu tidak hanya penting bagi balita maupun ibu hamil. Lansia juga membutuhkan posyandu untuk memantau kesehatan mereka.
Desa Duwet memiliki enam posyandu yang terdiri dari posyandu Dahlia I, Dahlia II, Dahlia III, Dahlia IV, Dahlia V, Dahlia VI. Posyandu balita dan lansia dilaksanakan satu kali dalam sebulan dan dilakukan secara bergilir. Pada minggu kedua, bulan Juli ada dua posyandu yang dijalankan pada hari Kamis dan Jumat yaitu Dahlia I di Dusun Nolobayan dan Dahlia VI di Dusun Slemben.
Kemudian pada minggu ketiga, bulan Juli ada tiga posyandu yang dijalankan pada hari Selasa, Kamis dan Jumat masing masing yaitu Dahlia IV, Dahlia III dan Dahlia V. Pelaksanaan posyandu Dahlia IV di Dusun Duwet diisi dengan penyuluhan oleh dokter Olivia Chandra dari Puskesmas Baki tentang cara membedakan demam pada gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan gejala demam tifoid atau tipes, lalu penanganan pertama saat anak mengalami demam.

Penyuluhan dari Puskesmas Baki

Kamis yaitu Dahlia III di Dusun Bulan, Jumat yaitu Dahlia V di Dusun Gondangsari.Posyandu di Dusun Duwet tidak hanya untuk balita saja, namun juga untuk lansia. Kegiatan yang dilakukan di posyandu pada balita antara lain pengukuran berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala dan imunisasi oleh bidan desa. Sedangkan kegiatan posyandu pada lansia meliputi pengukuran berat badan dan tekanan darah. Hasil-hasil pengukuran tersebut dicatat dan dilaporkan empat bulan sekali.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan posyandu dibantu oleh mahasiswa KKN 17 IPE-AIK UMS dan mahasiswa KKN UIN.

Mahasiswa KKN UMS membantu dalam pelaksanaan posyandu di Dahlia IV

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto bersama setelah kegiatan posyandu